Home > Kegiatan > Pelatihan Jurnalistik

Main Menu


Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/sloki/user/pksqatar/sites/pks-qatar.net/www/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99

Login



Who's Online

We have 13 guests online

Site info..?

Giveaway of the day

Visitor Data

Pelatihan Jurnalistik

Tulisan didalam katagori ini sebagian besar bukanlah kejadian sebenarnya, hanya tulisan hasil karya peserta pelatihan.



bagi rapot al kautsar PDF Print E-mail
Kegiatan - Pelatihan Jurnalistik
Written by Umi Habibah   

PEMBAGIAN RAPOT RAPOT TPA ALKAUTSAR

 

Kemarin hari kamis tgl 10 juni 2010 anak anak tpa AL-KAUTSAdibagi rapot.Anak –anak sangan berbahagia,meka senang karena akan di bagi rapot.sebelum pembagian dimulai kira-kira jam 16.00 mereka bermain bersama teman-temannya,ada yang berlari-larian adayang petak ump bermain.

Tidak ketinggalan orangtua pun ikut serta.selama bu guru memberikan penerangan kepada orang tua mereka,terernyata ada anak yang berkelahi mereka saling memukul karena berebut mainan.akan tetapiada seorang anak yang tertukal sandalnya,akhirnya anak-anak pun kertawa terbahak-bahak.

Tiba saatnya pembagian,guru pun memberkan rapotnya kepada orang tuanya masing-masing.semua anak senang mereka bertanya tanya siapayang nilai nya paling baik buuBu gurupun menjawaba semua baik semua bagus.

 

Umi Habibah

Umsaieed

 

 
Mio Goes to Qatar 2010 PDF Print E-mail
Kegiatan - Pelatihan Jurnalistik
Written by kenshin   

Pekan lalu komunitas masyarakat indonesia diramaikan oleh serangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh KAIFA dalam rangka merayakan penutupan tahun ajaran 2009/2010. Salah satu kegiatan yang paling diminati oleh masyarakat adalah semiar parenting. Seminar parenting dengan tema ”menstimulasi kreativitas pada anak” tersebut diselenggarakan di Doha, pada hari sabtu , 4 juni 2010 tepatnya di hotel Swiss Bell dekat masjid Al Fanar. Seminar tersebut dimulai pada pukul 8 pagi dan berakhir pada pukul 13.00 waktu doha. Yang menarik dari seminar tersebut adalah pembicaranya yang sengaja diundang khusus oleh KAIFA jauh-jauh dari indonesia.

Andiyuda yang kerap dipanggil ”kak andi” ini adalah seorang pemerhati pendidikan anak-anak muslim indonesia. Beliau merupakan seorang penulis komik, novel , pembuat kartun islami anak dan juga sebagai tokoh perintis komik dan novel. Salah satu ciptaan beliau yang terkenal adalah tokoh kartun mio, seekor kucing yang menjadi sahabat dua anak muslim dalam sebuah keluarga kecil yang cukup islami. Sosok Mio sangat terkenal dikalangan anak-anak. Lewat kisah-kisah lucunya yang mendidik melaui vcd dan dvd, Mio menghadirkan sosok teladan baru bagi anak-anak muslim.

Seminar parenting tersebut lebih menekankan pentingnya memicu kreativitas anak mulai sejak dini. Dan merupakan tugas penting orang tua untuk melakukan picu pacu kreativitas anak. Dari sebuah penelitian yang disampaikan pembicara, potensial kreativitas anak semakin besar bila dilakukan mulai sejak usia dini. Terhitung mulai dari usia 3-6 tahun yang menghasilkan potensi guna sebesar 98% hingga usia 26 tahun keatas hanya sebesar 20% saja. Pembicara menyebutkan bahwa untuk memicu kreativitas, seorang orang tua harus sabar untuk berpura-pura tidak tahu. Dengan banyak melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang merangsang anak berfikir, diharapkan anak mngetahui informasi melalui proses berfikir dan analisis yang sempurna.

Kreativitas dibutuhkan tidak hanya untuk menghasilkan ide-ide briliant, melainkan juga sebagai salah satu alat untuk bertahan hidup. Kreativitas juga merupakan sarana yang tepat dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Penulis menyampaikan bahwa kreativitas yang dia dapatkan juga banyak diperngaruhi oleh pola asuh dan pendidikan orang tua nya terhadap beliau. Dimana saat masa kecilnya, kedua orang tua kak andi sangat memfasilitasi dan selalu menghargai pendapat dan kebutuhan pemikirannya. Hal itu membuat kak andi terbiasa mencari litaeratur dari buku-buku yang dengan mudah ia dapatkan dari perpustakaan rumahnya. Ia juga terbiasa mencatat, sehingga semua kumpulan ide dan pemikiran yang terbesit dalam benaknya dapat ia kumpulkan sejak masa SMP dalam buku yang saat ini jumlahnya hampir 14 kardus itu.

Kak Andi mengingatkan pada orang tua agar tidak membunuh kreativitas anak dengan dalih ingin menegakkan disiplin dalam keluarga. Hal ini tersirat dalam jawabannya atas pertanyaan yang disampaikan beberapa orang tua dalam sesi tanya jawab acara tersebut. Disiplin dan tegas memang dibutuhkan, namun orang tua harus memilah kapan saat yang tepat agar anak tidak kecewa. Karena menurut studi , saat anak kecewa dan sedih akibat dilarang, maka bagian otak belakang anak yang mengatur pusat kesabaran, toleransi dan pengertian menjadi bengkak. Dan bila hal tersebut terjadi terus menerus sejak masa batita, maka bagian otak nya akan tidak berkembang dan mengakibatkan anak besar tanpa rasa tokeransi dan kesabaran.

Antusiasme peserta ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh peserta. Bahkan sesi tanya jawab sempat diperpajang karena terlalu banyaknya peserta yang ingin bertanya. Salah satu pertanyaan yang disampaikan adalah perihal bagaimana menyikapi minat anak yang cenderung berbeda dan tidak wajar, namun tetap tidak membunuh kreativitas anak. Jawaban yang disampaikan adalah bahwa orang tua harus tetap memperhatikan minat teresebut dan bila perlu mengalihkan dan mengarahkan minat anak untuk hal yang lebih produktif. Misalnya bila anak memmiliki hobi membaca, makanya anak dapat ditantang dan diajak untuk menulis sendiri kisahnya dan dibaca orang tua. Dalam hal ini apresiasi adalah hal terpenting.

Seminar berakhir pada pukul 13.00 ditutup dengan kesimpulan akhir yang disampaikan oleh moderator. Pada intinya memicu kreativitas anak memerlukan ilmu dan itulah tugas orang tua. Orang tua harus dapat memilah kapan disiplin diterapkan tanpa membunuh kreativitas anak. Dan kreativitas anak yang sudah ada harus dipelihara dan di pacu lagi. Kemudian acara diakhiri dengan sesi makan siang dan sholat dzuhur.

 

 
Suasana Terbaru Kota Cikampek PDF Print E-mail
Kegiatan - Pelatihan Jurnalistik
Written by umyati   

Suasana kota cikampek sepuluh tahun yang lalu dengan sekarang sudah sangat jauh berbeda.masih sangat terbayang dalam ingatan, ketika saya duduk di bangku sma, jalanan masih sangat lengang. belum begitu banyak sepeda motor atau pun angkot  yang berlalu lalang di jalanan. Anak-anak sekolah biasanya berjalan menelusuri trotoar jalan raya sepulang sekolah.Di tengah2 kota berdiri plaza dengan nama plaza cikampek. plaza tersebut terdiri dari dua lantai, lantai pertama di pakai untuk kios2 baju, sementara lantai kedua untuk gedung bioskop. selepas  pulang sekolah, tempat itu menjadi tempat faforit anak-anak sma untuk refreshing. Waktu itu terlihat plaza cikampek menjadi gedung termegah di pusat kota.

Di sudut lain bersebrangan dengan plaza cikampek, terdapat terminal bis. terminalmbis tersebut sangat lengang karena bis-bis antar kota jarang sekali yang transit di terminal itu.  yang ada hanya toko-toko yang berjejer mengelilingi terminal bis seperti toko seragam sekolah, tempat obras pakaian, toko perlengkapan alat jahit, toko jamu dan lain-lain.

Dan diseberang terminal bis terdapat kompleks pasar tradisional. tempat diperjual belikan macam-macam kebutuhan seperti  sembako, sayuran, ikan, buah-buahan, sampai toko pakaian bercampur menjadi satu. jika musim hujan, gang-gang di dalam pasar tersebut sangat becek dengan lumpur hitamnya.

Setelah sepuluh tahun berlalu suasana jalanan yang lengang berubah dengan kemacetan. sepeda motor bagaikan laron-laron berterbangan, belum lagi di tambah angkot. asap kenalpot sepertinya sudah menjadi konsumsi harian untuk orang2 yang tinggalnya di depan jalan raya. karena sudah semakinnya banyaknya angkot yang beroperasi, tidak terlihat lagi anak-anak sekolah yang pulang dengan berjalan kaki.  angkot-angkot sudah terlihat ngetem di depan pintu gerbang sekolah.

Gedung plaza yang dulu berdiri megah, sudah tidak bisa dilihat lagi dari jarak jauh. gedung tersebut sudah dikelilingi pedagang kaki lima yang semerawut tidak beraturan serta  terkesan kumuh. ditambah lagi menjelang sore hari sampai malam banyak pedagang-pedagang makanan kaki lima yang berjejer sepanjang jalan. seperti pedagang gorengan, martabak Bangka, ayam bakar yang asapnya memenuhi jalanan dan banyak lagi macamnya.

Selain itu telah dibangun pula jembatan layang. yang dengan adanya jembatan tersebut malah menambah kumuhnya kota. karena di bawah nya banyak berdiri bangunan2 liar, dan cenderung tidak menyelesaikan masalah kemacetan lalulintas. Dan yang memprihatinkan banyak sekali becak-becak yang terparkir tanpa penumpang. hanya si abangnya yang duduk di atasnya sambil tertidur karena tidak  ada penumpang.

 

 
Pasar traditional PDF Print E-mail
Kegiatan - Pelatihan Jurnalistik
Written by Neni Nur Aeni   

Di sebuah sekolah SD di mengadakan kunjungan kesebuah pasar traditional yang begitu banyak orang – orang hilir mudik mengangkat dan mengangkut barang – barang berbentuk sayur mayur ,ada juga ada juga barang – barang lainya .

 

Anak- anak begitu antusias dan bersemangat mengikuti kunjungan ke pasar traditional yang bersentuhan dengan mamang- mamang tukang sayur – sayuran , pindang, daging , telur dan sbg.

 
Kak Andi, Ternyata!!!! PDF Print E-mail
Kegiatan - Pelatihan Jurnalistik
Written by Nur Wahidah   

Minggu pagi ini, aku bersiap diri. Satu jam lagi akan ada pelatihan Guru “The Power of GSG” di Al Waab Compound, Doha. Karena rumahku di Wakra, butuh satu jam perjalanan untuk sampai di tempat pukul 09.00 waktu Qatar.

 

Alhamdulillah, sampai ditempat ternyata bareng dengan Kak Andi sang Pembicaranya. Sang Penemu karakter kucing Mio, sang kucing yg pintar dan sholeh he he he..Mio ada kepanjangannya lo! Yaitu Muslim is OK. Beliau ini banyak membuat karya tulisan yang diterbitkan DAR Mizan. Juga sangat ahli mendongeng.

 

Kak Andi datang ke Qatar atas undangan KAIFA, kajian anak Islam intensif Doha. Dan pelatihan ini adalah salah satu rangkaian kegiatan yang ditujukan untuk upgrade wawasan Ibu-ibu guru TPA seQatar.

 

Beberapa saat setelah registrasi dan sebagainya, acara dimulai. Ternyata penampilan Kak Andi tidak hanya bisa menyedot perhatian anak-anak tapi Ibu-ibu pun dibikin terpesona. Sungguh sangat bertalenta.

 

Alhamdulillah, setelah beberapa jam berlalu tanpa terasa saking asyiknya menikmati celoteh Kak Andi he he he emangnya bayi...akhirnya datanglah waktu makan. Ternyata laper juga.

 

Panas terik, gerah tumplek blek begitu keluar dari aula, summer di Qatar benar-benar membuat jera. Mau nggak mau sambil berlari kecil menuju rumah teman yang dipakai tempat untuk makan. Begitu masuk langsung menuju meja makan, wah dah rame ternyata, tapi kok pada bengong aja...ternyata nasinya belom dateng. Akhirnya, sepanjang sejarah baru sekarang makan siang lauk doang gak pake nasi. Yang biasa nasi doang gak pake lauk...subhanalloh...barokah jadi orang Qatar.

 

Setelah Ibu-ibu selesai makan, barulah Kak Andi dan teman-teman maju ke meja makan. Kebetulan nih..merhatiin orang terkenal mau makan aahh...

 

Kak Andi nih kayaknya nggak laper, padahal dari pagi beliau presentasi. Satu persatu menu, beliau komentari. Ternyata koment utamanya, "Yang ini pedes nggak???

 

so, ternyata...

Kak Andi nggak doyan makanan pedas....

 

 
LAGI! jajanan olahan tenggiri di MIC PDF Print E-mail
Kegiatan - Pelatihan Jurnalistik
Written by siti fatmawati   

Satu lagi pilihan tempat jajanan di Mesaieed bagi penggemar olahan tenggiri, sekarang telah hadir di kediaman bapak syahbudi di JF 415 MIC

Lokasinya cukup dekat dengan sekolahan MIS. Berada di dalam kawasan industri di Mesaieed. Dengan mayoritas penghuni orang Indonesia di wilayah ini, tidaklah sulit untuk menemukan tempat ini dengan bertanya kepada warga atau tetangga sekitar.

Menurut kakak yang kebetulan tetangga juga satu perusahaan dengan pemilik warung, mereka sudah buka sekitar 2-3 mingu yang lalu. Kelihatannya warga Indonesia dari perusahaan lain pun sudah mulai banyak yang mendatangi tempat ini.

Karena hal tersebut, membuat saya pun tak ingin kalah datang untuk mencicipi dan ternyata lumayan banyak menu yang dihadirkan; siomay, batagor, cuanki juga bubur ayam. Semuanya bisa kita dapatkan setiap hari di waktu sore kecuali bubur ayam yang hanya tersedia di hari kamis saja. Rasanya cukup enak dan harganya pun cukup murah sekitar 12 real per porsi sehingga membuat saya ingin merekomendasikannya kepada teman satu komuniti lainnya.

Warung ini tidaklah terlalu ramai pengunjung, namun bukan berarti tak ada yang tertarik karena ternyata kebanyakan pembeli tidak makan di tempat tapi di take away, karena kebiasaan pembeli seperti ini sehingga tidak ada yang dingin2 tersedia di sini (minuman), untuk saya yang saat itu makan di tempat merasa itu menjadi satu kekurangan yang membuat saya berani memberikan masukan. dan dengan lapang dada, insya Allah diwaktu yang akan datang, menu minuman itu akan tersedia juga.

 

 

 
«StartPrev12345NextEnd»

Page 2 of 5
 

Polling PIP

Bagaimana pendapat anda tentang website baru PIP PKS Qatar?
 

External Link


Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/sloki/user/pksqatar/sites/pks-qatar.net/www/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99

Statistics

Content View Hits : 1329596
Copyright © 2018 Pusat Informasi dan Pelayanan PKS Untuk Warga Indonesia di Qatar. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.