Home > Kegiatan > Pelatihan Jurnalistik > Mio Goes to Qatar 2010

Main Menu


Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/sloki/user/pksqatar/sites/pks-qatar.net/www/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99

Login



Who's Online

We have 36 guests online

Site info..?

Giveaway of the day

Visitor Data

Mio Goes to Qatar 2010 PDF Print E-mail
Kegiatan - Pelatihan Jurnalistik
Written by kenshin   

Pekan lalu komunitas masyarakat indonesia diramaikan oleh serangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh KAIFA dalam rangka merayakan penutupan tahun ajaran 2009/2010. Salah satu kegiatan yang paling diminati oleh masyarakat adalah semiar parenting. Seminar parenting dengan tema ”menstimulasi kreativitas pada anak” tersebut diselenggarakan di Doha, pada hari sabtu , 4 juni 2010 tepatnya di hotel Swiss Bell dekat masjid Al Fanar. Seminar tersebut dimulai pada pukul 8 pagi dan berakhir pada pukul 13.00 waktu doha. Yang menarik dari seminar tersebut adalah pembicaranya yang sengaja diundang khusus oleh KAIFA jauh-jauh dari indonesia.

Andiyuda yang kerap dipanggil ”kak andi” ini adalah seorang pemerhati pendidikan anak-anak muslim indonesia. Beliau merupakan seorang penulis komik, novel , pembuat kartun islami anak dan juga sebagai tokoh perintis komik dan novel. Salah satu ciptaan beliau yang terkenal adalah tokoh kartun mio, seekor kucing yang menjadi sahabat dua anak muslim dalam sebuah keluarga kecil yang cukup islami. Sosok Mio sangat terkenal dikalangan anak-anak. Lewat kisah-kisah lucunya yang mendidik melaui vcd dan dvd, Mio menghadirkan sosok teladan baru bagi anak-anak muslim.

Seminar parenting tersebut lebih menekankan pentingnya memicu kreativitas anak mulai sejak dini. Dan merupakan tugas penting orang tua untuk melakukan picu pacu kreativitas anak. Dari sebuah penelitian yang disampaikan pembicara, potensial kreativitas anak semakin besar bila dilakukan mulai sejak usia dini. Terhitung mulai dari usia 3-6 tahun yang menghasilkan potensi guna sebesar 98% hingga usia 26 tahun keatas hanya sebesar 20% saja. Pembicara menyebutkan bahwa untuk memicu kreativitas, seorang orang tua harus sabar untuk berpura-pura tidak tahu. Dengan banyak melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang merangsang anak berfikir, diharapkan anak mngetahui informasi melalui proses berfikir dan analisis yang sempurna.

Kreativitas dibutuhkan tidak hanya untuk menghasilkan ide-ide briliant, melainkan juga sebagai salah satu alat untuk bertahan hidup. Kreativitas juga merupakan sarana yang tepat dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Penulis menyampaikan bahwa kreativitas yang dia dapatkan juga banyak diperngaruhi oleh pola asuh dan pendidikan orang tua nya terhadap beliau. Dimana saat masa kecilnya, kedua orang tua kak andi sangat memfasilitasi dan selalu menghargai pendapat dan kebutuhan pemikirannya. Hal itu membuat kak andi terbiasa mencari litaeratur dari buku-buku yang dengan mudah ia dapatkan dari perpustakaan rumahnya. Ia juga terbiasa mencatat, sehingga semua kumpulan ide dan pemikiran yang terbesit dalam benaknya dapat ia kumpulkan sejak masa SMP dalam buku yang saat ini jumlahnya hampir 14 kardus itu.

Kak Andi mengingatkan pada orang tua agar tidak membunuh kreativitas anak dengan dalih ingin menegakkan disiplin dalam keluarga. Hal ini tersirat dalam jawabannya atas pertanyaan yang disampaikan beberapa orang tua dalam sesi tanya jawab acara tersebut. Disiplin dan tegas memang dibutuhkan, namun orang tua harus memilah kapan saat yang tepat agar anak tidak kecewa. Karena menurut studi , saat anak kecewa dan sedih akibat dilarang, maka bagian otak belakang anak yang mengatur pusat kesabaran, toleransi dan pengertian menjadi bengkak. Dan bila hal tersebut terjadi terus menerus sejak masa batita, maka bagian otak nya akan tidak berkembang dan mengakibatkan anak besar tanpa rasa tokeransi dan kesabaran.

Antusiasme peserta ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh peserta. Bahkan sesi tanya jawab sempat diperpajang karena terlalu banyaknya peserta yang ingin bertanya. Salah satu pertanyaan yang disampaikan adalah perihal bagaimana menyikapi minat anak yang cenderung berbeda dan tidak wajar, namun tetap tidak membunuh kreativitas anak. Jawaban yang disampaikan adalah bahwa orang tua harus tetap memperhatikan minat teresebut dan bila perlu mengalihkan dan mengarahkan minat anak untuk hal yang lebih produktif. Misalnya bila anak memmiliki hobi membaca, makanya anak dapat ditantang dan diajak untuk menulis sendiri kisahnya dan dibaca orang tua. Dalam hal ini apresiasi adalah hal terpenting.

Seminar berakhir pada pukul 13.00 ditutup dengan kesimpulan akhir yang disampaikan oleh moderator. Pada intinya memicu kreativitas anak memerlukan ilmu dan itulah tugas orang tua. Orang tua harus dapat memilah kapan disiplin diterapkan tanpa membunuh kreativitas anak. Dan kreativitas anak yang sudah ada harus dipelihara dan di pacu lagi. Kemudian acara diakhiri dengan sesi makan siang dan sholat dzuhur.

 

 
 

Polling PIP

Bagaimana pendapat anda tentang website baru PIP PKS Qatar?
 

External Link


Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/sloki/user/pksqatar/sites/pks-qatar.net/www/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99

Statistics

Content View Hits : 1273513
Copyright © 2017 Pusat Informasi dan Pelayanan PKS Untuk Warga Indonesia di Qatar. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.